Batik Binjai, Sergam Baru Wilayah Sta. Yasinta
Kenapa memilih motif Batik Binjai ? Karena motif-motif Batik Binjai terinspirasi oleh alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat seperti Flora dan Fauna serta elemen-elemen khas lainnya dari Sumatera Utara. Batik ini juga merupakan salah satu bentuk kerajinan tradisional khas dari wilayah tersebut dan mencerminkan budaya kearifan lokal masyarakat Binjai. Tidak lepas dari semua itu, mari bersama-sama kita support dan doakan, khususnya masyarakat Binjai yang saat ini sedang terkena bencana alam. Mauliate Godang.

Berbicara mengenai seragam, setelah penantian panjang kurang lebih selama 7 (tujuh) tahun dan sempat tertunda sewaktu Wilayah St. Yasinta menjadi Panitia Natal tahun lalu. Akhirnya Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 17:00 dalam Misa Minggu Adven ke-2 yang dipersembahkan oleh RD. Robertus Eeng Gunawan. Walaupun bukan tugas hari besar seperti Paskah dan Natal dan diguyur hujan deras namun tak menyurutkan Warga Yasinta untuk tampil maksimal agar nama Tuhan semakin dijunjung tinggi dan dimuliakan sehingga tugas di akhir tahun penuh kesan dengan seragam baru dan dirigen yang kali ini bergantian oleh masing-masing lingkungan diantaranya Lingkungan Andreas Bobola, Lingkungan Bunda Teresa dan Lingkungan St. Ignatius de Loyola. Wilayah St. Yasinta sendiri sebenarnya dijadwalkan dalam Tugas Koor Misa Natal pukul 07:00. Namun karena tahun lalu sebagai Panitia Natal tidak bisa pulang kampung, maka minta tukar tugas dan kebetulan dengan OMK yang ada jadwal tugas koor Sabtu ini. Tidak ketinggalan selalu diingatkan agar membawa tumbler, sebagai wujud pertobatan ekologi dari tema masa Adven beberapa tahun sebelumnya diteruskan hingga kini.

Sebelum menjadi Wilayah, dulunya St. Yasinta masih berstatus sebagai Lingkungan dan nama Wilayahnya adalah St. Mathias. Seragam Wilayah St Mathias dulu ada 2 (dua) kali hijau dan merah. Setelah itu seragam pertama kali dari status Yasinta masih Lingkungan berubah menjadi Wilayah waktu Lomba Koor antar Wilayah. Saat itu usia Wilayah St. Yasinta baru 3 (tiga) bulan dan mendapat Juara Harapan III Lomba Koor Antar Wilayah di tingkat paroki. Dan berganti sampai 4 (empat) kali seragam hingga saat ini untuk yang ke-5 (lima) kalinya.

Suatu proses dan perjuangan yang panjang untuk dapat memiliki seragam baru motif Batik Binjai ini, yang berbeda dengan motif batik lainnya yang sering kita jumpai adalah Batik Jogja/Solo. Dari awal sempat kurang peminat, mengingat hanya untuk tugas hari Minggu Biasa dan yang datang latihan koorpun sedikit. Bahkan salah satu dari tim seragampun sempat mau memikirkan ulang jadi apa tidaknya terkait seragam ini. Namun dari semangat dan antusias yang datang setiap latihan koor untuk mempunyai seragam dan bahkan malah mempercayakan keseluruhanya tentang seragam kepada tim seragam ( para ketua lingkungan yaitu Bpk.Kristanto, ibu Ida, ibu Monica dibantu ibu Itha juga ibu Neni ). Tiada hentinya KorWil menyemangati mari bersama-sama mewujudkan keinginan warga, tidak masalah walaupun sedikit yang penting tidak ada paksaan dan ini ditujukan buat semua warga bukan hanya yang koor saja tetapi juga tugas-tugas lainnya. Dan terbukti diluar dugaan dari yang awalnya pesan seragam hanya 28pcs menjadi 50pcs bahkan sampai repeat order dan masih ada yang pesan namun tidak kebagian karena stok di toko sudah habis.

Puji Tuhan semua harapan dan keinginan-keinginan baik dilancarkan berkat campur tangan Allah semata. Bersama-sama memuji dan memuliakan nama-Nya dalam doa dan pujian. Semoga harapan-harapan dan tugas-tugas selanjutnya senantiasa diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa, Penguasa Alam Semesta. St. Yasinta, doakanlah kami.
Monica Eka Handayani
Koordinator Wilayah St. Yasinta




Users Today : 53
Users Yesterday : 54
Users Last 7 days : 598
Users Last 30 days : 3658
Users This Month : 263
Users This Year : 3951
Total Users : 105207