Dua Anak Kecil Permintaan RP. Dedy, OSC dalam Peregrinatio Lingkungan Sta. Yasinta
Sabtu, 9 Mei 2026 Ziarek Lingkungan St. Ignatius De Loyola kali ini terletak di Provinsi Jawa Barat, setelah tahun sebelumnya menjelajahi Provinsi Jawa Timur dan 2 (dua) tahun sebelumnya menjelajahi provinsi Jawa Tengah.

Sebanyak 40 (empat puluh) peserta berangkat subuh menuju Gereja Putri Murni Sejati untuk mengikuti misa. Misa dipersembahkan oleh RP. Andreas Dedi, OSC. Dalam homilinya Rama Dedi menceritakan kisah perjalanan hidupnya sampai menjadi imam dan tertuang seperti kata-kata yang ada di banner : ‘ Berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan terlaksana’. Rama Dedi juga menceritakan asal usul tentang ‘Salib Kayu Hitam Tanpa Corpus’ karena dulu gereja ini dibakar oleh sekelompok massa dan tiba-tiba ludes dalam sekejap, hanya meninggalkan potongan-potongan kayu tersebut dan dibuat menjadi salib. Rama Dedi menekankan bahwa sehebat apapun karya manusia, sekaya dan sekuat manusia mengumpulkan harta, kalau Tuhan menghendaki dalam hitungan detik semua bisa hilang dan musnah. Hanya iman kita kepada Kristus itulah jangan sampai hilang dan akan tetap ada. Maka dalam keadaan kekurangan apapun manusia, seperti Rama Dedi yang dikaruniai sakit jantung bocor sejak lahir, masih kuat nanjak sampai ke atas bisa dalam seminggu 3(tiga) kali karena iman yang kuat dan fokus pada pijakan kaki saja nanti tau-tau akan sampai puncaknya. Sampai di puncak tidak mengira kalau ternyata bisa melewati seperti bangunan gedung 25 (dua puluh lima) lantai, itu diibaratkan sama Rama Dedi. Satu pesan dan permintaan Rama Dedi : Bolehkah (2) dua anak kecil yang lari-lari di depan tadi saya minta to dipersembahkan hidupnya kelak menjadi seorang imam ? Dua Anak Kecil Balita ini tak lain adalah anaknya organis dan anaknya ketua lingkungan yaitu Ben dan Seo. Rama Dedi mengajak mendoakan bersama agar kedua anak kecil ini disupport orang tua dan dirahmati sehingga kelak tertarik menanggapi pangillan menjadi seorang imam. Amin.Selesai misa santap siang, beberapa warga beli jamu Jakutegu = jahe kunyit temulawak gula di susteran sambil berbincang bincang dengan para suster yang ramah dan kreatif buat jamu ini.

Santapan Rohani dan Jasmani sudah diterima. Saatnya nanjak menuju Gua Maria Sawer Rahmat Cisantana. Tap Tap Tap …OMK bertugas membacakan Perhentian satu ke Perhentian lainnya secara bergiliran. Ternyata benar kata Rama Dedi tanjakan seakan tidak terasa, dan terasa cepat berlalu sampai harus menunggu rombongan lain di depan kita selesai berdoa dulu di perhentian 11 dan 13. Suster mendampingi kami dalam penanjakan ini juga oma Rita yang usianya sudah 69 (enam pulih sembilan) tahun benar-benar tidak merasakan capek. Sampai di atas berdoa dan foto bersama. Turun sambil menikmati hangatnya wedang jahe merah dan beberapa makanan khas disitu.

Perjalanan masih berlanjut ke Taman Doa Maria Regina Rosari Cirebon. Disini kami memasrahkan hidup dan memanjatkan doa-doa kepada Yesus melalui Bunda Maria berjubah putih dengan tatapan mata yang syahdu seorang ibu, konon banyak mukjizat disini dengan berdoa menyentuh tangan Bunda Maria dan menatap wajahnya.
Setelah dari sini perjalanan pulang dan santap malam dulu ke Empal Gentong Haji Apud. Perut kenyang dan sudah beli oleh-oleh sekitar sini, yang tidak beli oleh-olehpun bisa membawa segembolan snack-snack dan makanan lainya yang dibawa peserta bus melimpah ruah dan masih bisa dibagikan ke koster, suster dan orang-orang yang dijumpai saat perjalanan. Sehingga pulang membawa damai sejahtera dengan sukacita dan penuh berkah. Salam AMDG
Monica Eka Handayani
Ketua Lingkungan St. Ignatius De Loyola
Galery Foto:


Users Today : 26
Users Yesterday : 67
Users Last 7 days : 515
Users Last 30 days : 2336
Users This Month : 1864
Users This Year : 12724
Total Users : 113980